perak
Sabtu, 07 Maret 2015
penutupan
Demikian
artikel dari blog saya ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf..
Dan
semoga bermanfaat bagi kaliyan semua Sampai jumpa..
CARA MEMANFAATKAN/MENGGUNAKAN EMAS DAN PERAK YANG BAIK DAN BENAR
CARA MEMANFAATKAN/MENGGUNAKAN EMAS DAN PERAK YANG BAIK
DAN BENAR
Emas dan perak adalah logam mulia yang termasuk
sangat berharga dibandingkan dengan logam lainnya. Emas bisa digunakan untuk
berbagai keperluan hidup manusia seperti untuk membuat perhiasan, pajangan,
hiasan, Perabot rumah tangga, perangkat elektronik, simpanan, alat tukar dan
lain sebagainya. Karena tampilan emas dan perak yang cantik serta fungsinya
yang besar, maka emas dan perak harganya mahal.
Pemanfaatan/penggunaan emas
dan perak yang paling utama sebaiknya digunakan untuk bahan uang / duit. Uang
kertas dan logam yang kita pegang saat ini sebatas uang-uangan yang tidak
bernilai riil. Jika emas dan perak dipakai sebagai alat tukar maka
barang-barang akan menyesuaikan harganya, bukan uang yang menyesuaikan
nilainya. Tidak ada inflasi gila-gilaan lagi, tidak ada lagi perampok nilai
uang kita lagi, tidak ada lagi uang sobek tidak laku dan tidak ada lagi uang
kadaluwarsa tidak laku. Saat ini sudah mulai banyak yang memakai dinar emas dan
dirham perak sebagai alat transaksi sehari-hari yang tidak melanggar hukum
indonesia.
Emas dan perak sebaiknya
jangan difungsikan hanya sebagai materi untuk menimbun harga saja karena harta
yang ditimbun seperti itu tidak akan memberi manfaat kepada orang banyak.
Timbun harta emas dan perak anda secukupnya termasuk untuk perhiasan, sisanya
anda bisa gunakan untuk membuat usaha padat karya atau disedekahkan untuk orang
yang membutuhkan bantuan atau diinfakkan di jalan agama. Bagaimana pun juga
sudah kewajiban orang yang punya kelebihan harta untuk membantu sesama manusia.
Dengan emas dan perak kita
lebih mudah untuk bayar zakat karena hanya emas dan perak saja yang mendapat
ridho dari Allah SWT sebagai alat tukar manusia sehingga mau tidak mau kita
harus mengikuti perintahNya. Emas dan perak juga tidak boleh ditimbun
bayak-banyak agar tidak menyebabkan masalah. Dengan emas dan perak sebagai
uang/duit kita bisa terhindar dari riba yang dimotori oleh uang non emas perak,
pajak, perbankan, bunga, dan lain-lain. Emas dan perak adalah untuk keselamatan
dan kebahagiaan kita bersama.
Emas dan perak tidak akan
dibawa mati sehingga sayang jika hanya kita warisi ke orang lain yang belum
tentu bisa memanfaatkannya dengan baik. Anak cucu kita mungkin bisa jadi orang
yang manja dan tidak mandiri jika kita warisi harta yang sangat berlimpah.
Biarkan mereka mencari rejeki mereka sendiri yang telah ditetapkan oleh Tuhan
Yang Maha Esa.
sejarah kerajinan perak kotagede
Sebelumnya, tempat ini hanyalah hutan yang
disebut Alas Mentaok, yang diberikan kepada Panembahan Senopati oleh Sultan
Pajang karena Senopati telah membantu menyelamatkan Pajang. Pada tahun 1575,
Panembahan Senopati, yang menjadi raja Mataram Islam yang pertama, membangun
kawasan ini dan menetapkannya sebagai kota ibukota.
Kotagede menjadi ibukota hingga tahun 1640.
Setelah itu raja ketiga Mataram Islam, Sultan Agung memindahkan ibukota ke Desa
Kerto, Plered-Bantul. Ibukota baru ini terletak sekitar 6 km di sebelah barat
Kotagede. Menurut ceritanya, pemindahan ini dengan alasan untuk mendapatkan
kekuatan dan kejayaan yang lebih besar secara mistis. Sekarang tinggal sedikit
saja barang peninggalan dan bangunan penting Mataram Islam yang masih tersisa
di kota tua ini. Beberapa di antaranya adalah makam kerabat Pangeran Senopati,
dinding dan fondasi salah satu pendapa (ruang depan kerajaan), dan Sendang
Selirang – sebuah kolam tempat mandi keluarga kerajaan. Ketiga peninggalan
sejarah ini terletak di dalam suatu halaman tertutup, bersama dengan masjid
kraton Kotagede, di sekitar 200 m ke arah selatan pasar tradisional Kotagede.
Pemakaman dibuka untuk umum setiap Senin dan
Kamis dari pukul 10.00 sampai 12.00 dan Jumat pada pukul 13.00 – 15.00. Para
pengunjung harus mengenakan pakaian tradisional Jawa: batik. Pakaian ini
disewakan di lokasi tersebut.
Di antara barang peninggalan sejarah tersebut,
kita masih bisa menemukan bangunan-banguinan lainnya yang lebih memperkuat daya
tarik kota ibukota lama ini. Di antaranya adalah rumah milik rakyat Kalang.
Mereka diduga merupakan penduduk asli Kotagede dan terkenal sebagai seniman.
Mereka membuat ukiran kayu dan emas. Mereka berasal dari wilayah kerajaan
Majapahit Hindu di Jawa Timur dan Bali, yang diminta negara Mataram Islam untuk
memenuhi kebutuhan akan seni.
Setelah ditinggal Sultan Agung pada tahun
1700-an, Kalang menjadi kaya raya karena pekerjaan mereka ini, Mereka membangun
rumah mewah dengan arsitektur Hindu Jawa. Pada masa berikutnya, sekitar tahun
1800 hingga 1900-an, muncullah Joglo Jawa (arsitektur tradisional Jawa), dengan
musholla, dan ornamen-ornamen Arab. Sebuah perubahan penting terjadi selama
tahun 1920-1930-an, ketika Kalang yang dimonopoli oleh Belanda (Pemerintah
Kolonial) menangani pegadaian dan perdagangan berlian dan opium. Pada masa ini,
Kalang membangun rumah-rumah mewah dengan arsitektur Barok Eropa. Rumah
keluarga Pawiro Sentiko di Jalan Kemasan merupakan salah satu bangunan yang
bisa kita temukan di sini. Pawiro Sentiko adalah pengusaha sukses pada saat itu
yang memiliki 13 pegadaian di Jogja.
Rumah-rumah rakyat jelata di Kotagede diatur di
kampung khas yang disebut “Kampung Alun-Alun”. Rumah-rumah ini dibangun
berdesakan di jalanan yang sempit, bagaikan lorong, karena atap dan
bangunan-bangunan di depannya saling tumpang tindih. Di kampung ini kita bisa
melihat para pengukir yang bekerja membuat kerajinan perak Kotagede yang indah
dan terkenal (www.yogyes.com).
cara membuat perhiasan perak
![https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7p4_G3Wyaqgv0IBJ3tS9Q_a5lVXkSDMkTtT6mxWfayNgWSibdmeDK7un-n-QPJF7BACh9D90GbSCm4u9yTV_lMzNGLm2X76GEyCv-XtcSXToj9v1wJ2u7xVtLi2RVN1PSbDhVuY9rWJtJ/s320/390_William.jpg](file:///C:\Users\lenovo\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg)
![https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7p4_G3Wyaqgv0IBJ3tS9Q_a5lVXkSDMkTtT6mxWfayNgWSibdmeDK7un-n-QPJF7BACh9D90GbSCm4u9yTV_lMzNGLm2X76GEyCv-XtcSXToj9v1wJ2u7xVtLi2RVN1PSbDhVuY9rWJtJ/s320/390_William.jpg](file:///C:\Users\lenovo\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg)
Untuk mendapatkan bahan baku kerajinan,
para pengrajin mendapatkannya dari pemasok bahan perak di Denpasar yang
mendapat pasokan perak dari Jawa atau Kalimantan. Sebab, Bali memang tidak
punya pertambangan perak. Bahan baku perak ini ada yang berbentuk batangan, ada
juga yang berbentuk bola-bola sangat kecil. Untuk membuat kerajinan, bahan baku
perak kemudian dicampur dengan 7,5% tembaga. Jadi, kadar peraknya 92,5%.
Hal ini dilakukan agar perak yang dibuat tidak terlalu lemas. “Kalau
terlalu lemas akan cepat rusak, alat-alat yang diperluka antara lain :
Kompor perak
gunting
perak
tang jepit
pinset
perak murni
tembaga
Pada pembuatan secara tradisional, untuk
mencampur perak dan tembaga ini kedua bahan dipanaskan dengan api dari kompor
yang menggunakan bahan bakar gas.Sistem kerjanya mirip dengan tukang las. Hanya
saja agar api bisa keluar, pengrajin yang membuat harus menginjak kompor
tersebut. Api pun keluar menyemprot ke arah bahan hingga luntur.
Setelah itu bahan dipotong berdasarkan
keperluan. Misalnya untuk gelang, bahan itu dibentuk pipih dengan lebar 2-3 cm
dan panjang sekitar 15 cm. Karena masih lentur, bahan itu kemudian dibentuk
melingkar seperti layaknya gelang. Pada sisi potongan itu diberi dasar kawat
yang dilekatkan dengan lem pada bentuk gelang itu tadi. Untuk menghaluskan
sambungan kawat dengan perak, kedua bahan juga dipatri sehingga melekat
permanen. Baru kemudian gelang tesebut diisi dekorasi atau hiasan batu mulia
atau hiasan lainnya sebagai aksesori.
Bahan yang jadi itu kemudian diampelas dan
dibersihkan dengan asam jawa kemudian direndam dengan garam dan air yang
mendidih. Selesai dibersihkan dengan air mendidih, bahan disikat untuk kemudian
dikeringkan sampai tidak ada air sama sekali pada gelang. Untuk membuat agar
mengkilap, bahan dipoles dengan mesin pemoles. Dan, barang siap dijual.
![https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdQH2Ju9YRr5inW51pA0r62dpD57LYD8tuSHU-m9-KraacwMPtcmcDOvEEpUj4bentUwHgtAehbpmzTFPtHfU4JQ33Xg5HydWk3_pphyphenhyphen6dbEoOejmdMtleNFDk_bZiSyn1VFtot5DLdv-n/s320/071-ben-xl-260px.jpg](file:///C:\Users\lenovo\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.jpg)
Lamanya membuat barang kerajinan ini tergantung
pada tingkat kerumitan pembuatannya. Misalnya cincin yang relatif kecil tentu
saja berbeda dengan miniatur becak misalnya. Cincin yang sederhana desainnya
lebih cepat proses pembuatannya daripada miniatur becak yang bisa sampai
seminggu. Proses pembuatan kerajinan di kami biasanya sistem tahapan, tidak per
barang. Misalnya membuat gelang, selama satu hari hanya membuat campuran dulu
hingga bentuknya dulu. Besoknya baru diberi aksesoris hingga barang siap
dijual.
Umumnya, untuk barang kerajinan sederhana
semacam cincin, di tiap art shop terdapat beberapa pengrajinnya. Di art shop
kami misalnya, ada tiga pengrajin untuk membuat kerajinan sederhana seperti
cincin, gelang, dan anting. Sedangkan kerajinan yang rumit, biasanya ada tukang
lain yang membuat kami juga membeli dari beberapa pengrajin di desa. Model yang
sama diterapkan di semua art shop. Selain ada pengrajin sendiri, mereka juga
membeli dari pengrajin lokal.
Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan
acuan kalau berburu kerajinan perak :
sebaiknya Anda datang dengan guide atau
paling tidak dengan teman yang bisa berbahasa Bali. Sebab dengan demikian,
komunikasi antara kita dengan penjual akan lebih terbuka. Ini akan memudahkan
pada proses penawaran.
tidak usah sungkan untuk melihat satu per
satu barang yang dicari sebelum memutuskan membeli barang yang mana. Sebab,
setiap produk minimal punya 40 model. Jadi, harus sabar mencari barang yang pas
untuk dibeli.
jangan terlalu cerewet apalagi kalau sampai
tidak jadi membeli. Sebab, menurut beberapa penjual, mereka paling tidak suka
dengan turis yang terlalu banyak omong tapi tidak jadi membeli barang.
Diposkan oleh kerajinan
perak di 19.12 Tidak
ada komentar:
Manfaat perak untuk tubuh
Perak Indentik dgn sebuah kerajinan dan dan
perhiasan namun kini ditemukan manfaat lain dari perak yaitu sebagai
antibiotik.
Sebelum penemuan antibiotik, ahli bedah biasa menjahit luka bekas pembedahan menggunakan benang tenun dgn bahan perak atau kerajinan perak. Mereka percaya bahwa perak bisa mencegah infeksi.
Selain digunakan utk campuran benang operasi, pada masa Perang Dunia I, perak pun digunakan utk melapisi pembalut luka karena diyakini dapat membantu menyelamatkan hidup.
"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perak merupakan antimikroba kuat yg tidak menimbulkan iritasi dan tidak beracun," kata Valerie Edwards Jones dari Manchester Metropolitan University.
Jones menambahkan, perak terbukti dapat membunuh hingga 650 mikroba patogen. Hal itu dikarenakan perak terdiri dari ribuan ion-ion yg dapat mencegah penyebaran bakteri, virus dan jamur dgn cara memasuki sel dan menonaktifkan protein. Dgn demikian, mikroba tidak bisa berkembang biak dan mati dan akan mencegah terjadinya penyebaran infeksi.
Peneliti lainnya Richard Hastings dari BioCote menyebutkan bahwa perak dapat mengurangi kadar bakteri hingga 99 persen ketika dipadukan dgn berbagai peralatan rumah sakit.
"Hal ini akan mengurangi risiko infeksi superbug seperti MRSA, E.coli dan salmonella," kata Hastings.
Perak juga efektif mengobati gangguan kulit, seperti bekas terbakar dan luka. Contohnya terdapat pada perban perak yg saat ini banyak digunakan utk membantu pemulihan luka.
"Dalam memulihkan kondisi luka yg berisiko mengalami iritasi dan ifeksi, perban perak terbukti sangat sukses," terang Jones.
Selain itu perak pun dapat mengatasi penyakit kulit seperti eksem dan psiorasis. Menurut Jones, krim yg mengandung satu persen perak bisa menekan peradangan yg terjadi ketika alergi kulit.
Namun demikian diperlukan studi lebih lengkap utk mengetahui apakah perak dan kerajinan perak dapat digunakan utk penggunaan intenal. Karena jika dikonsumsi langsung, pasien berisiko mengalami perubahan warna kulit.
Sebelum penemuan antibiotik, ahli bedah biasa menjahit luka bekas pembedahan menggunakan benang tenun dgn bahan perak atau kerajinan perak. Mereka percaya bahwa perak bisa mencegah infeksi.
Selain digunakan utk campuran benang operasi, pada masa Perang Dunia I, perak pun digunakan utk melapisi pembalut luka karena diyakini dapat membantu menyelamatkan hidup.
"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perak merupakan antimikroba kuat yg tidak menimbulkan iritasi dan tidak beracun," kata Valerie Edwards Jones dari Manchester Metropolitan University.
Jones menambahkan, perak terbukti dapat membunuh hingga 650 mikroba patogen. Hal itu dikarenakan perak terdiri dari ribuan ion-ion yg dapat mencegah penyebaran bakteri, virus dan jamur dgn cara memasuki sel dan menonaktifkan protein. Dgn demikian, mikroba tidak bisa berkembang biak dan mati dan akan mencegah terjadinya penyebaran infeksi.
Peneliti lainnya Richard Hastings dari BioCote menyebutkan bahwa perak dapat mengurangi kadar bakteri hingga 99 persen ketika dipadukan dgn berbagai peralatan rumah sakit.
"Hal ini akan mengurangi risiko infeksi superbug seperti MRSA, E.coli dan salmonella," kata Hastings.
Perak juga efektif mengobati gangguan kulit, seperti bekas terbakar dan luka. Contohnya terdapat pada perban perak yg saat ini banyak digunakan utk membantu pemulihan luka.
"Dalam memulihkan kondisi luka yg berisiko mengalami iritasi dan ifeksi, perban perak terbukti sangat sukses," terang Jones.
Selain itu perak pun dapat mengatasi penyakit kulit seperti eksem dan psiorasis. Menurut Jones, krim yg mengandung satu persen perak bisa menekan peradangan yg terjadi ketika alergi kulit.
Namun demikian diperlukan studi lebih lengkap utk mengetahui apakah perak dan kerajinan perak dapat digunakan utk penggunaan intenal. Karena jika dikonsumsi langsung, pasien berisiko mengalami perubahan warna kulit.
Diposkan oleh kerajinan
perak di 00.03 Tidak
ada komentar:
Rabu, 29 Mei 2013
Jenis-jenis kerajinan perak berdasarkan
cara pembuatan.
Jenis-jenis kerajinan perak berdasarkan
cara pembuatan.
Perak buatan tangan (Handmade)
Perak buatan mesin (Machinery)
Perak cetakan (Casting)
Silver Clay
1. Perak buatan tangan.
Kerajinan perak ini murni dibuat dengan tangan , tanpa mengandalkan mesin. Dari proses awal hingga akhir dikerjakan dengan tangan. Kerajinan inilah yang merupakan cikal bakal industri perak di Kotagede Yogyakarta dan bahkan sampai sekarangpun kerajinan perak di Kotagede masih didominasi kerajinan buatan tangan (handmade).
Sebenarnya perak handmade ini berdasarkan materialnya masih bisa diklasifikasikan menjadi 2 macam yaitu:
Kerajinan perak ini murni dibuat dengan tangan , tanpa mengandalkan mesin. Dari proses awal hingga akhir dikerjakan dengan tangan. Kerajinan inilah yang merupakan cikal bakal industri perak di Kotagede Yogyakarta dan bahkan sampai sekarangpun kerajinan perak di Kotagede masih didominasi kerajinan buatan tangan (handmade).
Sebenarnya perak handmade ini berdasarkan materialnya masih bisa diklasifikasikan menjadi 2 macam yaitu:
Filigree
Solid Silver
a. Perak Filigree atau
yang di Kotagede sering dikenal dengan istilah perak Trap adalah jenis
kerajinan perak yang bermaterial benang/kawat perak yang sangat lembut yang
dipilin dan dipres/dibuat plat.
Benang-benang perak inilah yang digunakan
untuk membuat motif atau dekorasi kerajinan perak. Benang perak/filigree
ini bukan hanya digunakan untuk membuat perhiasan/asesories saja, tapi juga
digunakan untuk membuat bermacam-macam miniatur seperti miniatur becak, kereta
kuda, harley davidson dan juga bermacam-macam hiasan dinding seperti hiasan
motif wayang dan lain sebagainya.
Sampai sekarang perak filigree masih
mempunyai tempat di hati penggemar perak karena jenis kerajinan inilah yang
sampai sekarang belum bisa digantikan oleh mesin. Dengan kata lain kerajinan
perak filigree inilah kerajinan perak yang benar-benar handmade (buatan
tangan). Berikut beberapa contoh produk filigree/trap.
b. Solid Silver. Kerajinan perak ini berbahan utama perak lempengan/lembaran perak. Material ini lebih fleksibel untuk dibentuk atau digunakan membuat kerajinan perak. Biasanya digunakan sebagai bahan utama untuk membuat perlengkapan makan dari perak seperti nampan, piring, mangkok dan lain sebagainya. Selain itu juga sering digunakan untuk membuat miniatur dan perhiasan-perhiasan.
2. Perak Cetakan.
Akhir-akhir ini perak cetakan sering dijadikan alternatif produksi kerajinan perak. Terutama untuk permintaan produk dengan kuantitas besar dan waktu yang terbatas. Sebenarnya sistem pembuatan perak cetak/casting ini ada beberapa tehnik. Dari yang menggunakan peralatan sederhana sampai penggunaan mesin casting sentrifugal yang lumayan mahal harganya. Dan biasanya produk perhiasan yang ada di pasaran dibuat denganmesin casting sentrifugal.
Akhir-akhir ini perak cetakan sering dijadikan alternatif produksi kerajinan perak. Terutama untuk permintaan produk dengan kuantitas besar dan waktu yang terbatas. Sebenarnya sistem pembuatan perak cetak/casting ini ada beberapa tehnik. Dari yang menggunakan peralatan sederhana sampai penggunaan mesin casting sentrifugal yang lumayan mahal harganya. Dan biasanya produk perhiasan yang ada di pasaran dibuat denganmesin casting sentrifugal.
Secara umum cetakan di sini berarti
prosesnya diawali dengan pencairan logam perak dan tembaga yang kemudian
dituang ke cetakan yang telah disiapkan sebelumnya sesuai bentuk yang
dinginkan. Sekali proses pencetakan dilakukan dengan mesin casting
sentrifugal bisa menghasilkan puluhan bahkan ratusan produk perak.
Keuntungan dari sistem pembuatan cetak adalah penghematan waktu dan model yang
dibuat bisa sama semua. Meskipun begitu proses akhir (finishing) dari proses
perak cetakan ini masih menggunakan tangan di antaranya, pengikiran dan
pengamplasan bekas-bekas cetakan yang kurang rapi. Kendala utama dari produksi
sistem cetak ini adalah harga mesin cetak yang mahal. Di Indonesia sendiri
belum banyak pengusaha yang memiliki mesin casting sendiri. Berikut beberapa
contoh produk perak cetakan.
gelang cetakan
3. Perak buatan Mesin.
Kerajinan perak dengan sistem produksi mesin juga merupakan sistem produksi massal seperti casting. Hanya saja di sini digunakan mesin sebagai ganti mesin casting.
Kerajinan perak dengan sistem produksi mesin juga merupakan sistem produksi massal seperti casting. Hanya saja di sini digunakan mesin sebagai ganti mesin casting.
Produk-produk yang dibuat dengan mesin
biasanya adalah kalung dan gelang rantai. Sama halnya dengan mesin
casting, mesin pembuat perhiasan ini harganya juga cukup mahal. Di Indonesia
kerajinan perak yang dibuat dengan mesin banyak berasal dari Jawa Timur.
Diposkan oleh kerajinan
perak di 04.53 Tidak
ada komentar:
Bagaimana Kerajinan Perak Dibuat
Meski
perhiasan perak menempati posisi yang lebih rendah dibandingkan dengan
perhiasan emas, namun perhiasan perak hasil kerajinan tangan banyak
penggemarnya. Sebut saja Kawasan Kotagede ,Yogyakarta yang sudah semenjak turun
temurun dari jaman dahulu kala menjadi pusat pengrajin perhiasan perak. Pada
jaman dahulu perhiasan dari perak banyak dibuat secara handmade atau dibuat
menggunakan tangan. Namun dengan semakin modern , perhiasan perak banyak dibuat
menggunakan mesin dan cetakan.
Perhiasan Perak Handmade/Buatan Tangan
Awal mula kerajinan tangan perhiasan perak
di Kotagede Yogyakarta merupakan hasil buatan tangan. Semua proses membuat
perhiasan dari awal hingga finishing menggunakan tangan (handmade).
Pada model kerajinan perak handmade ini terdiri dari dua jenis yang diklasifikasikan berdasarkan materialnya, yaitu Filigree dan Solid Silver. Perak Filigree atau dikenal dengan perak Trap merupakan jenis kerajinan perak yang menggunakan bahan benang/kawat perak yang sangat lembut yang dipilin dan dipres/dibuat plat. Benang-benang perak inilah yang digunakan untuk membuat motif atau dekorasi kerajinan perak. Benang perak/filigree ini bukan hanya digunakan untuk membuat perhiasan/asesories saja, tapi juga digunakan untuk membuat bermacam-macam miniatur seperti miniatur becak, kereta kuda, harley davidson dan juga bermacam-macam hiasan dinding seperti hiasan motif wayang dan lain sebagainya.
Solid Silver, Kerajinan perak ini berbahan utama perak lempengan/lembaran perak. Material ini lebih fleksibel untuk dibentuk atau digunakan membuat kerajinan perak. Biasanya digunakan sebagai bahan utama untuk membuat perlengkapan makan dari perak seperti nampan, piring, mangkok dan lain sebagainya. Selain itu juga sering digunakan untuk membuat miniatur dan perhiasan-perhiasan.Perhiasan dari solid silver , Alat makan dari solid silver, Alat minum dari solid silver.
Kerajinan Perak Hasil Cetakan/Casting
Menggunakan cara produksi handmade menjadi
tidak efisien dalam memenuhi permintaan kerajinan perak dalam jumlah besar
sedang waktunya terbatas. Karena itu kerajinan perak hasil cetakan menjadi
pilihan bagi para pengrajin perak.
Dalam membuat kerajina perak dengan sistem cetak/casting ini menggunakan beberapa teknik. Teknik castingkerajina perak ini ada yang menggunakan peralatan sederhana sampai penggunaan mesin casting sentrifugal yang mahal harganya. Dan biasanya produk perhiasan yang ada di pasaran dibuat dengan mesin casting sentrifugal.
Proses pembuatan kerajina perak dengan sistem cetakan ini diawali dengan pencairan logam perak dan tembaga . Kemudian cairan tersebut dituangkan pada cetakan yang telah disiapkan sebelumnya sesuai bentuk yang dinginkan. Sekali proses pencetakan dilakukan dengan mesin casting sentrifugal bisa menghasilkan puluhan bahkan ratusan produk perak.
Kerajinan Perak Buatan Mesin
Cara lebih modern dalam membuat kerajina
perhiasan perak adalah menggunakan mesin. Pada prinsipnya kerajinan perak
dengan mesin ini seperti sistem produksi massal seperti casting, namun
menggunakan mesin sebagai pengganti mesin casting.
Berbagai macam perhiasan perak yang dibuat dengan mesin ini antara lain kalung dan gelang rantai. Sama halnya dengan mesin casting, mesin pembuat perhiasan ini harganya juga cukup mahal. Di Indonesia kerajinan perak yang dibuat dengan mesin banyak berasal dari Jawa Timur. Jadi mana perhiasan perak yang anda pilih? Yang jelas selain artistik perhiasan juga harus kuat dari segi konstruksinya.
Berbagai macam perhiasan perak yang dibuat dengan mesin ini antara lain kalung dan gelang rantai. Sama halnya dengan mesin casting, mesin pembuat perhiasan ini harganya juga cukup mahal. Di Indonesia kerajinan perak yang dibuat dengan mesin banyak berasal dari Jawa Timur. Jadi mana perhiasan perak yang anda pilih? Yang jelas selain artistik perhiasan juga harus kuat dari segi konstruksinya.
Langganan:
Postingan (Atom)